081915969113 / 081237598880 info@dasintb.org
BANJIR MELUMPUHKAN KOTA BIMA

BANJIR MELUMPUHKAN KOTA BIMA

Bencana banjir bandang siang ini, Rabu, 21 Desember 2016 melanda sejumlah wilayah di Bima. Berbagai wilayah di Kabupaten Bima dan Kota Bima diterjang banjir. Banjir merendam ribuan rumah warga, memutus jalan dan jembatan serta mematikan komunikasi sejumlah operator seluler. Banjir menyebabkan jembatan negara penghubung Kota Bima dan Lampe terputus. Derasnya volume air akibat banjir membuat jembatan tersebut terputus. Tidak hanya jembatan, jalan negara yang menghubungkan Kota Bima dengan Kecamatan Wawo, Sape, dan Lambu dikepung banjir setinggi leher orang dewasa.

Banjir yang menggenangi enam desa di Kecamatan Woha, Selasa, 31 Januari 2017, merendam sebanyak 1.215 rumah serta 150 hektar areal persawahan yang ditanami tanaman padi. Demikian data dari Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Rabu, 1 Februari 2017,

“Untuk sementara kerugian dan kerugian secara materi kami masih berkoordinasi dengan SKPD terkait,” kata Kepala BPBD, H. Taufik Rusdy kepada Suara NTB.

Meski rumah mereka terendam genangan luapan air, Taufik mengaku warga tidak ada yang mengungsi. Mereka tetap bertahan sembari menunggu surutnya air banjir kiriman tersebut. Sumber; suarantb.com

Setelah info kami dapatkan dan merangkum kebutuhan darurat warga Kota Bima, LAZ DASI NTB bersama Lombok Post mengirim 4 armada ambulance mengangkut logistik dan Relawan. Saat terjadi banjir ke dua yang merupakan banjir susulan ternyata adalah banjir yang lebih parah menghantam rumah warga, setelah banjir pertama sedang warga sedang melakukan recovery dan pembersihan rumah serta perabotan tersisa yang akhirnya ludes terbawa arus banjir ke dua yang terjadi sehari setelah banjir pertama.

Sejak tanggal 22 Desember 2016 LAZ DASI NTB sampai hari ini Rabu, 22 Februari 2017 Relawan masih berada di Kota Bima dengan kekuatan berlapis. Upaya Dasi NTB untuk mengujudkan Bima Bangkit mulai dari Program Trauma Healing, Pembagian paket sembako, Pemeriksaan kesehatan, Evakuasi dan Recovery.
agenda kemanusian diatas dapat terlaksana karena kepedulian kita bersama Terimkasih kepada semua Donatur dan Relawan yang sudah bersama kami dalam gerakan kemanusian ini.

 

Zakat : ‘Sehat dan Menyehatkan’

Zakat : ‘Sehat dan Menyehatkan’

“Jagalah hartamu dengan zakat dan obatilah sakitmu dengan sedekah dan hadapilah cobaan dengan doa” [HR.Abu Hurairah]

Zakat kata yang sudah tak asing lagi bagi kebanyakan orang terlebih di kalangan masyarkat Muslim seperti Indonesia. Perintah berzakat bersanding bersama perintah shalat dalam Al Qur’an, setidaknya ini menandakan pentingnya zakat sebanding dengan pentingnya shalat, wajib. Zakat tak hanya ibadah yang berhubungan dengan Allah semata, namun zakat merupakan ibadah yang memiliki dimensi sosial.

Berzakat mengajarkan kita arti kepedulian kepada sesama yang kekurangan. Dengan berzakat, artinya kita ikut berkontribusi terhadap permasalahan ekonomi juga sosial. Namun tahukah Sahabat ? Jika berzakat juga bisa menyebabkan seseorang jadi sehat lho, berikut jawabannya.

Zakat dalam arti sederhana artinya pemberian dari orang yang mampu (muzaki) kepada orang yang kurang mampu atau membutuhkan (mustahik). Dari saling memberi itulah kesehatan bisa diperoleh, karena memberi adalah salah satu kunci kebahagiaan.

Zakat juga menjauhkan penyakit jiwa, karena aspek pemurah yang dimiliki seseorang menjauhkan manusia dari sifat pelit dan serakah. Bahkan zakat mampu menjadi sistem imun pada tubuh, karena perasaan bahagia usai memberi ternyata berpengaruh terhadap imun tubuh. Satu lagi alasannya kenapa orang yang berzakat akan merasa lebih sehat karena secara langsung ataupun tidak orang yang berzakat tersebut didoakan oleh mustahik atas keberkahan rezeki serta kesehatan.

Dalam QS. At Taubah : 103, Allah berfirman : Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dari ayat tersebut, bisa ditarik kesimpulan bahwa zakat dapat memberi ketentraman jiwa. Jika jiwa tenang maka InsyaAllah fisik akan sehat. Dan berkah zakat yang anda salurkan via Dompet Dhuafa salah satu penggunaannya adalah untuk pelayanan kesehatan GRATIS bagi dhuafa, bukan sekedar memberikan aksi pengobatan gratis namun juga mampu untuk mengelola sebuah rumah sakit RST Dompet Dhuafa yang telah beroperasi sejak 2012. Jadi dengan demikian zakat itu sehat dan menyehatkan. Jangan tunda lagi, yuk terus berbagi dan memberi.

Apakah Donasi Online itu Sah

Apakah Donasi Online itu Sah

Di zaman era digital saat ini, kemudahaan adalah hal yang diharapkan oleh semua orang. Itu pula yang memicu hadirnya telpon pintar (smartphone) dengan berbagai model dan spesifikasi yang memanjakan para penikmatnya. Berbagai kemudahan bisa diperoleh dalam genggaman lewat aplikasi yang ditawarkan mulai dari jual beli barang atau jasa online, chat dengan rekan bisnis atau teman dalam group, baca Qur’an secara mobile dan kali ini layanan donasi atau zakat pun demikian, donate online.

Lagi lagi tentang kemudahan pelayanan yang membuat layanan donasi online ini hadir, agar para donatur atau muzakki bisa tetap bertransaksi tanpa harus repot datang ke kantor amil zakat ataupun gerai zakat. Muzakki hanya memilih menu dalam aplikasi mobile banking atau internet banking dari bank yang dimiliki dan bisa langsung pilih layanan zakat, infak, wakaf atau donasi lainnya. Berdonasi hanya semudah belanja online.

Pertanyaan yang timbul berikutnya adalah apakah ZISWAF atau donasi online tersebut sah ? Bukankah jika online maka tak ada ijab kabul ? Banyak pertanyaan yang meragukan keabsahan bertransaski ZISWAF atau donasi lainnya via online. Pada dasarnya ijab kabul bukan termasuk salah satu rukun ZISWAF, ijab kabul juga tidak termasuk syarat keabsahan zakat. Unsur yang terpenting dalam zakat adalah adanya muzakki yang memiliki harta mencapai nishab atau memenuhi kriteria wajib zakat. Harta yang dizakati adalah harta yang diperbolehkan sebagai zakat. Mustahik haruslah orang yang benar-benar berhak menerima zakat. Unsur penting lainnya meski bukan keharusan adalah adanya penyerahan zakat dan doa penerima zakat. Dalam kitab fiqh zakat, Syeikh Yusuf Qardawi berpendapat bahwa muzakki tidak harus menyatakan secara eksplisit kepada mustahik bahwa dana yang ia berikan adalah dana zakat dan hal tersebut dianggap sah. Atas dasar itulah, seseorang dapat menyerahkan dana ZISWAF atau donasi nya secara online kepada lembaga amil zakat (LAZ).

Biasanya, seseorang yang menyalurkan dana zakatnya via online ke LAZ disertai dengan konfirmasi secara tertulis maupun media lainnya seperti SMS, email juga whatsapp. Konfirmasi tersebut bisa disebut salah satu bentu pernyataan zakat. Dengan demikian, membayar zakat atau donasi via online sudah bisa dilakukan penuh dengan keyakinan tanpa ada keraguan, wallahu’alam.

Bayar zakat penghasilan, pertahun atau perbulan ?

Bayar zakat penghasilan, pertahun atau perbulan ?

Perkembangan zaman memicu hadirnya banyak perkembangan di berbagai ilmu, tidak terkecuali ilmu fiqh. Istilah ini dikenal dengan fiqh kontemporer. Salah satu kasus yang dibahas dalam fiqh kontemporer yakni zakat penghasilan, hal ini diperkenalkan oleh Syeikh Al Qardhawi dalam kitabnya Fiqh Az Zakah, yang cetakan pertamanya terbit tahun 1969. Sedangkan praktik zakat penghasilan mulai marak di Indonesia kira-kira sejak tahun 90-an akhir dan awal tahun 2000-an. Khususnya setelah kitab Yusuf Qaradhawi tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Didin Hafidhuddin dengan judul Fikih Zakat yang terbit tahun 1999.

Landasan fiqh yang digunakan untuk zakat penghasilan yakni mengacu pada praktik sahabat Nabi yang mengeluarkan zakat harta perolehan dan disepakati oleh mayoritas ulama berdasarkan analagi (qiyas) atas kemiripan kasus.

Besarnya zakat penghasilan yakni sama dengan zakat yang lainnya yakni 2,5%. Mengenai waktu pengeluarannya, ulama kontemporer membolehkan mengeluarkan zakat penghasilan tiap kali didapatkan (misalnya perbulan) atau dikumpulkan dulu hingga genap satun tahun baru kemudian dibayarkan (menunggu haul).

Menurut Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Umar bin Abdul Aziz dan ulama modern seperti Yusuf Qardhawi mereka mengqiyaskan zakat penghasilan dengan zakat pertanian yang dikeluarkan tiap kali didapatkan. Jika zakat penghasilan dikeluarkan menunggu 1 tahun, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang diluar dugaan sebelum zakat terbayarkan. Jadi demi menjaga kehati-hatian dan melaksanakan kewajiban, disarankan menunaikan zakat penghasilan tiap kali didapatkan (misalnya perbulan). Jadi ketika seorang muslim mendapatkan penghasilan yang telah mencapai nishab maka wajib mengeluarkan zakatnya. wallahu’alam.

Dahsyatnya sedekah Jumat dengan pahala berlipat

Dahsyatnya sedekah Jumat dengan pahala berlipat

”Penghulu segala bulan ialah bulan Ramadhan dan penghulu hari adalah hari Jumat.” (HR. Al-Bazzar)

Adalah Jumat berkah yang menjadi trending topic di tiap halaman lini masa sosial media ketika hari Jumat datang bahkan sudah dimulai ketika Kamis beranjak malam. Ada apa dengan Jumat berkah ? Mengapa Jumat berkah ?

Banyak hadits yang menyebutkan keistimewaan tentang hari Jumat salah satunya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud yakni, “Sesungguhnya hari yang paling utama adalah Jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku di dalamnya”. Tak hanya memperbanyak shalawat hal yang disunnahkan untuk dilaksanakan ketika hari Jumat namun ada beberapa hal lainnya seperti membaca surat Al Kahfi dan memperbanyak sedekah.

Terkait dengan sedekah, ia adalah hal istimewa yang bisa dilaksanakan kapanpun bukan hanya di hari Jumat. Namun jika merujuk hadits yang mengatakan bahwa pahala sedekah berlipat ganda pada hari Jumat maka sedekah pada hari Jumat layaklah kita usahakan dibanding hari-hari lainnya dalam sepekan.

Ibnu Qayyim berkata, sedekah pada hari Jumat dibanding dengan sedekah pada hari lainnya adalah seperti sedekah di bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan selainnya. Bahkan ketika Jumat, Ibnu Taimiyah membawa apa yang dimiliki nya di rumahnya kemudian beliau sedekahkan dalam perjalanan menuju masjid untuk shalat Jumat secara sembunyi-sembunyi.

Hal ini menunjukan bahwa sedekah di hari Jumat adalah istimewa. Pahalanya dianalogikan jika kita bersedekah saat Ramadhan. Dengan banyaknya keutamaan sedekah serta keutamaan hari Jumat maka maka dahsyatnya sedekah Jumat dengan pahala berlipat. Dahsyatnya sedekah Jumat membuat harta semakin berkah, InsyaAllah

Zakat tiap saat

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [QS.At Taubah (9):103]

Sahabat, apa yang kali pertama terlintas dalam benak kalian ketika mendengar kata ‘zakat’ ? Ramadhan kah ? Lebaran kah? Atau ada hal lainnya terkait zakat yang Sahabat ingat ? Jika jawabannya adalah Ramadhan atau lebaran maka pemahaman zakat di masyarakat kita masih seputar zakat fitrah yakni zakat yang hanya ada ketika Ramadhan.

Hal tersebut masih banyak terjadi di negeri ini, diakibatkan informasi terkait zakat masih sangat minim  yang sampai di telinga masyarakat. Zakat hanya ramai ketika Ramadhan, zakat hanya euforia jelang lebaran, zakat menjadi sesuatu yang diperhitungan dan digalakkan hanya saat moment puasa dan hari raya.

Maka sudah menjadi tugas kita semua untuk mengkampanyekan gerakan zakat bersama-sama, karena masih banyak harta lainnya yang wajib dikeluarkan zakatnya meski di luar Ramadhan seperti emas, perak, hewan ternak, hasil pertanian bahkan penghasilan. Jika harta-harta tersebut sudah mencapai nishab atau haulnya maka tanpa harus menunggu Ramadhan pun zakatnya harus segera ditunaikan

Kita ambil contoh zakat penghasilan, zakat jenis ini oleh sebagian ulama dianalogikan kepada zakat hasil pertanian yakni dikeluarkan zakatnya tiap kali penghasilan diperoleh. Jika penghasilan kita sudah memenuhi nishab zakat, tak perlu menunggu haul pun sudah bisa dikeluarkan zakat penghasilannya. Jadi, zakat bukan hanya pelengkap bahagia saat hari raya tapi zakat adalah kewajiban yang tak kenal musim selama sudah mencapai nishab dan haulnya. Zakat tiap saat #AyoZakat (sfs)