skip to Main Content
DASI NTB KIRIM TIM RESCUE DAN TIM MEDIS KE PALU-SULAWESI TENGAH

DASI NTB KIRIM TIM RESCUE DAN TIM MEDIS KE PALU-SULAWESI TENGAH

Dua ribu lebih nyawa sudah dipastikan meninggal oleh terjangan Tsunami, Likuifaksi dan Gempa yang terjadi di Palu-Donggala Sulawesi Tengah. Informasi yang kami dapatkan bahwa saat ini warga masih banyak bertahan di perbukitan, mereka tidak berani pulang atau melihat bagaimana kondisi rumah mereka saat ini (02 Oktober 2018). Akses yang sulit menyebabkan Relawan kesulitan membawa bantuan disamping itu juga gempa masih sering  terjadi dengan kekuatan yang cukup besar M≥5.

Relawan Membantu Lansia Berjalan Menuju  Tendanya.

Salah satu warga menceritakan begitu ngerinya peristiwi likuifaksi yang diakibatkan oleh gempa yang terjadi tanggal 28 September 2018 sekitar jam 18.00 waktu setempat, ribuan orang terjebak bersama bangunan rumah mereka seperti ditelan bumi. Satu Desa Petebo-sampai Desa jono menghilang, nyaris rata. Seorang warga Petobe Bapak Safrudin (35 tahun) menjadi saksi begitu ganasnya bumi tanah saat itu, “saya Pak kalau ingat bagaiman terjadinya bencana  di Petobo, Mustahil saya bisa selamat Pak…” Ungkap Pak Safrudin.

Sejauh ini, korban tewas paling banyak ditemukan di Palu yang mencapai 1.636 orang. Sementara di Donggala 171 orang dan Sigi 222 orang. Sedangkan korban hilang hingga kini mencapai 671 orang. Sutopo juga mengatakan, hari Senin kemarin Tim SAR Basarnas menemukan 46  jenazah lagi. Sehingga total jumlah korban yang ditemukan Tim SAR adalah 864 orang. Sementara temuan korban dari relawan dan masyarakat sebanyak 1.232 orang. BNPB Taksir kerugian mencapai Rp. 10 Triliun. (Sumber:BNPB)

LAZ DASI NTB yang aktif dalam penanganan Bencana Alam mengirim Tim Rescue dan Tim Medis hari Ahad, 30 September 2018 yang dilepas oleh Wakil Direktur LAZ DASI NTB, Bapak Tarsito. Wakil Direktur menyampaikan bahwa pentingnya keselamatan dalam setiap misi kemanusian dan Relawan harus siap dengan segala kondisi yang mungkin bisa terjadi di wilayah bencana.

Tim Relawan LAZ DASI NTB Sampai di Posko Palu pada hari selasa, 02 Oktober 2018 menggunakan Pesawat dari Lombok dilanjutkan menaiki KRI Makassar,  perjalanan dari Makassar sampai Palu dibutuhkan waktu selama dua hari satu malam. Dalam mis kemanusian ini Relawan LAZ DASI NTB bergabung bersama 1200  TNI, dengan ditambah ratusan personil POLRI dan Relawan-relawan seluruh Indonesia.

Misi Tim pertama adalah Assesment dan melaksanakan operasi pelayanan medis dan penyaluran bahan makanan untuk warga Palu. Tim Medis sudah melayani 500-an warga, 1600 Jiwa penerima manfaat nasi siap saji, 257 Anak yang ikut Trauma Healing bermitra denga kerajaan dongeng Indonesia. Beberapa catatan selama berada di Palu yaitu Banyak warga yang mengeluhkan luka-luka akibat terkena reruntuhan dan terbentur saat melarikan diri. Saat ini Rabu, 10 Oktober 2018 dipengungsian sudah banyak muncul penyakit seperti gatal-gatal, mencret, hypertensi, pusing, batuk dan pilek.

Seperti kata Pak Sahrul (53 tahun) di Desa Oloboju, “banyak warga yang mulai gatal-gatal dan pusing”, begitu ungkap Pak Sahrul ketika sedang menerima layanan kesehatan dipengungsian lapangan Oloboju, Sigi, Palu,  Sulawesi Tengah.

Bersama FOZ, LAZ DASI terus melakukan koordinasi terkait penanganan Bencana Gempa, Likuifaksi dan Tsunami Palu-Donggala. Ada beberapa kebutuhan yang mendesak yaitu Bahan Makanan, Selimut, tenda/terpal, obat-obatan/Medis, kebutuhan anak dan lansia, Sampai saat ini 10 Oktober 2018 masih banyak korban meninggal dunia yang belum bisa dievakuasi. Mohon doa untuk warga Palu-Donggala, Tim penanganan tahap recovery akan diberangkat lagi untuk membantu pemulihan kondisi di Sulawesi Tengah dengan beberapa rekomendasi program: pembangunan HUNTARA Center, Pengobatan/Tim Medis keliling, Air Kehidupan dan Trauma Healing.

Kirim bantuan warga NTB bisa ke Rekening BNI an. DASI NTB: 02145.11810

Konfirmasi: 081915969113