Musholla An-Nashriyyah terletak di Dusun Jejeneng, Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, sekitar 20 Santri yang menuntut ilmu dan belajar Alquran disana, Dua tahun sudah Musholla tersebut dibangun Swadaya oleh warga namun kondisinya masih memperihatinkan dengan dikeliling dinding papan yang sudah lapok, berlantai tanah dan saat hujan disertai angin kencang, air pasti akan masuk ke dalam musholla.
Hijir Ismail (28 Tahun) pemuda Dusun Jejeneng sebagai Guru ngaji Hijir adalah seorang pemuda yang penuh semangat dan pekerja keras, aktivitasnya pada siang hari adalah buruh pembuat batu bata di Dusunnya. Hijir memiliki Harapan “harapan kami musholla ini bisa nyaman sebagai tempat menimba ilmu untuk anak yang belajar AlQuran” Ungkapnya
Musholla An-Nashriyyah
Kondisi Musholla An-Nashriyyah saat ini (7/9)
Sebagai seorang Guru Ngaji, Hijir tidak pernah mengharapkan imbalan “masalah gaji kami tidak pernah terbayang kesana, karena dari dulu kami memang diajarkan tanpa pamrih seperti apa yang ditanamkan Orang Tua untuk dilanjutkan oleh generasi berikutnya” pungkasnya
Sahabat #orangbaik ratusan santri sudah dicetak dari Musholla kecil ini dari tahun 90-an sampai saat ini, setiap tahun puluhan santri yang akan belajar Alquran dengan nyaman dengan dukungan, doa dan donasi dari sahabat #orang baik. Amal Jariyah yang tidak akan terputus, Kebutuhan untuk pembangunan Musholla An-Nashriyyah diantaranya Semen, keramik, Bata Merah, Pasir, Kayu kusen, Kaca Jendela, Kayu pintu dan lain-lain.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Santri Musholla An-Nashriyyah
“Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari no. 450 dan Muslim no. 533).
Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran: Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.
Amal jariyah merupakan jenis amalan yang tidak akan putus pahalanya, walau orang yang melakukannya sudah meninggal sekalipun. Amal jariyah juga disebutkan dalam sebuah hadis yang Abu Hurairah riwayatkan dari Rasulullah SAW:
“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.
Rekening:
Bank Muamalat : 721 002 2979
Bank NTB Syariah : 001 01 00016 276
Konfirmasi : 081 915 969 1