Panen Tahap II Program Pertanian Sejahtera, LAZ DASI NTB Serahkan Zakat Pertanian

Lombok Tengah – LAZ DASI NTB kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan sektor pertanian melalui Panen Padi Tahap II Program Pertanian Sejahtera yang dirangkaikan dengan serah terima zakat pertanian dari hasil panen tahap pertama. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Dasan Duah, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah.

Program ini dihadiri langsung oleh Direktur Program LAZ DASI NTB, Hindra Juliarta, beserta tim LAZ DASI NTB dan para petani binaan yang menerima bantuan bibit unggul padi varietas Inpari 32.

Program Pertanian Sejahtera merupakan upaya pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Para penerima manfaat mendapatkan bibit unggul varietas Inpari 32 yang dipilih karena memiliki ketahanan terhadap serangan hama wereng, sehingga mampu menekan biaya perawatan dan memberikan hasil panen yang lebih optimal.

Selain melaksanakan panen tahap kedua, kegiatan ini juga menjadi momentum penyerahan zakat pertanian dari hasil panen tahap pertama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus implementasi kewajiban zakat atas hasil pertanian. Penyaluran zakat tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.

Direktur Program LAZ DASI NTB, Hindra Juliarta, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari ikhtiar lembaga dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

“Program ini kami harapkan menjadi katalisator bagi meningkatnya kesejahteraan petani di Lombok Tengah. Kami ingin para petani tidak hanya memperoleh hasil panen yang lebih baik, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pertaniannya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui Program Pertanian Sejahtera, LAZ DASI NTB terus mendorong lahirnya pertanian yang produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Dukungan dari para muzakki, donatur, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat program pemberdayaan ekonomi agar semakin banyak petani di Nusa Tenggara Barat yang merasakan dampaknya.