081915969113 / 081237598880 info@dasintb.org
BERGERAK UNTUK ROHINGYA

BERGERAK UNTUK ROHINGYA

2017-Peristiwa kemanusian mengiris jiwa-jiwa kemanusian kita lagi, sebuah tragedi kemanusian yang sudah di luar nalar kemanusian pada tahun ini dipertontonkan oleh Myanmar. Entah apa yang menjadi latar belakang, sebab dan alasan terjadinya krisis manusia yang memilukan ini yang jelas tidak ada satupun alasan yang seharusnya dapat membenarkan peristiwan ini terjadi dan akan hanya menjadi tontonan manusia di belahan bumi ini.
Ribuan manusia terusir dari tanah airnya, ribuan anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk menjadi anak-anak, Ribuan wanita meringis merintih ketakutan sungguh kebiadaban terparah sepanjang sejarah lahirnya dunia ini.

PBB mengatakan bahwa sejak eksodus Rohingya dalam jumlah raksasa sejak tanggal 25 Agustus, populasi kamp mencapai 70.000 – ‘jauh melampaui titik jenuh. Jadi, semua pengungsi baru yang sekitar 400.000an itu terdampar di luar kamp, karenanya -menurut peraturan pemerintah Bangladesh – UNHCR tidak dapat bekerja bersama dengan mereka (http://www.bbc.com/indonesia/dunia-41276634).  Kematian Anak-anak dan wanita menghabiskan sisa rasa kemanusian, menghabiskan tetesan demi tetesan air mata manusia yang masih berjiwa manusia. Semoga tragedi ini cepat berakhir dan Muslim Rohingya segera mendapatkan Hak mereka untuk Hidup dan bahagia.

Sampai saat ini kami masih mengetuk hati semua orang untuk memberikan bantuan untuk Rohingya, kami bergerilya dan mensosialisasikan semangat jiwa berbagi masyarakat NTB dalam gerakan #Bergerak_Untuk_Rohingya. Dana yang terkumpul sementara waktu sejumlah Rp. 120,000,000-an (25/09/2017).

 

 

Bantuan 1000 Paket Peralatan Sekolah untuk Anak -anak Bima

Bantuan 1000 Paket Peralatan Sekolah untuk Anak -anak Bima


Lepas sepekan pasca Banjir bandang kedua menerjang Kota Bima, yang menyisakan duka lara. Kini warga Bima mulai bangkit kembali.

Ribuan rumah rata dengan tanah dan tidak lagi bisa di huni, puluhan fasilitas umum rusak berat bahkan ratusan sekolah tak bisa di gunakan karena penuh dengan lumpur pasca bencana banjir yang melanda kota tersebut. Anak anak kini cemas tak bisa ke sekolah seperti sedia kala karena peralatan sekolahnya rusak dan hanyut terbawa air.

Koordinator GerakBareng untuk aksi Bima, Ahmad Zaki menyatakan bahwa GerakBareng akan berfokus pada anak- anak sekolah di Bima, Nusa Tenggara Barat. GerakBareng menargetkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan sekolah untuk 1000 anak terdampak banjir bandang Bima.

“Iya, kami akan bekerja sama dengan NGO Lokal yaitu LAZ DASI NTB dalam rangka menyalurkan bantuan sekolah ini. Semoga sinergi dengan LAZ DASI NTB bisa mempercepat proses pengadaan dan pendistribusian bantuan”, ujar Zaki

Di tempat lain Pak Tarsito Pengurus Harian LAZ DASI NTB meyatakan kebersediaannya untuk bersinergi dengan GerakBareng Community.

Ayo bergerak bersama membangun kembali puing-puing masa depan mereka. #RelawanGerakBareng bersama LAZ DASI NTB di Bima sedang melakukan pengadaan Paket Peralatan Sekolah (seragam, alat tulis, tas, sepatu, buku) bagi anak-anak terdampak Banjir Bandang, Bima.

Donasi Perpaket Bantuan Peralatan Sekolah @Rp. 200.000,00
(Buku, alat tulis, tas, dan sepatu) untuk 1.000 anak usia sekolah yang ada di Bima

DASI NTB Luncurkan Program Dai Kesehatan

DASI NTB Luncurkan Program Dai Kesehatan

Lembaga Amil Zakat (LAZ) DASI NTB meluncurkan program Dai Kesehatan dan Ambulans Dasi III di RSUP Prov NTB, Selasa (25/10) lalu. Acara ini diikuti segenap pengurus DASI NTB dan jajaran manajemen RSUP NTB.

Muhammad Firad, Direktur LAZ DASI NTB mengatakan, sinergi antara pemerintah dan swasta sangat dibutuhkan dalam banyak bidang.  Terutama di bidang sosial untuk membantu masyarakat miskin. Jika bantuan selama ini banyak fokus pada fisik, kali ini DASI ingin menyalurkan bantuan non fisik kepada warga miskin.

Untuk itu, kali ini DASI NTB  meluncurkan Dai Kesehatan. Program ini adalah salah satu bentuk bantuan siraman rohani. Tujuannya supaya seimbang antara kesehatan jasmani dan rohani pasien.

Direktur RSUP NTB dr. H. L. Hamzi mengatakan, sehat itu adalah sehat jasmani dan rohani. Untuk itu, ia berharap program Dai Kesehatan ini bisa istiqamah dan berkesinambungan. Apalagi dengan adanya ambulans gratis dari DASI, jangkauan pelayanan kesehatan akan bisa lebih luas.

DASI NTB Resmi Menjadi LAZ Tingkat Provinsi Dikukuhkan Kemenag RI

DASI NTB Resmi Menjadi LAZ Tingkat Provinsi Dikukuhkan Kemenag RI

DASI NTB dan Rumah Keluarga Indonesia Kota Mataram resmi menjadi Lembaga Amil Zakat (LAZ) tingkat Provinsi NTB.

Peresmian ini ditandai dengan pengukuhan yang dilakukan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), kemarin (31/7).

Pengukuhan dilakukan saat kegiatan bedah buku Wonderful Family merajut keindahan keluarga yang digelar DASI NTB dan Lombok Post.

Hadir dalam bedah buku yang digelar di Hotel Lombok Plaza itu, di antaranya penulis buku, Cahyadi Takariawan.

Direktur DASI NTB Muhammad Firad mengatakan, sebelum pengukuhan, DASI NTB mengajukan surat ke Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) untuk diverifikasi agar DASI NTB bisa menjadi LAZ.

“Alhamdulillah disetujui. Dan selanjutnya diverifikasi tim dari Kemenag RI,” kata Firad.

Hasil keputusan Kemenag, DASI NTB  menjadi salah satu di antara tiga lembaga amil zakat di seluruh Indonesia yang dinyatakan lulus sebagai LAZ tingkat provinsi.

“Undang-undang tentang LAZ yang baru mengharuskan pengelola zakat memiliki izin secara legal formal,” katanya.

Sebagai lembaga di tingkat lokal pertama yang mengajukan verifikasi sebagai LAZ, DASI NTB bersyukur karena DASI NTB adalah hasil karya putra putri terbaik NTB ini lulus verifikasi.

“Setelah lulus verifikasi ini, kami akan lebih giat lagi berperan aktif bersama pemerintah daerah dan semua pihak dalam mengentaskan kemiskinan dengan mendayagunakan dana ZISWAF,” tambah Firad.

Sementara itu, dalam bedah buku yang digelar di Hotel Lombok Plaza itu, juga digelar pengukuhan tiga konselor keluarga rumah keluarga Indonesia untuk wilayah NTB.

“Diharapkan dengan hal ini dapat membantu masyarakat dalam memecahkan problematika rumah tangga,” harap Firad.